<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285</id><updated>2012-02-16T17:59:31.276-08:00</updated><title type='text'>Duniaku</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-8008454179553934563</id><published>2011-04-11T10:14:00.000-07:00</published><updated>2011-04-11T10:17:33.236-07:00</updated><title type='text'>Jaga Selalu Hatimu (2)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Adit, serius dikit dong dit. Jangan becanda terus, nanti tugas kita gak selesai deh. Padahal besok kan harus dikumpulkan  “, pinta Laras dengan muka cemberut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Hehehe iya Laras sayang, aku akan lebih serius lagi deh. Udah jangan cemberut gitu donk, nanti mukanya jadi keriput  dan jelek seperti nenek sihir lho “, goda Adit sambil memasang wajah lucu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Adit......udah deh, udah ya...sekarang kita fokus ke tugas kita dulu. Ok ?”, kata Laras sambil memelototkan mata nya yang memang sudah besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Baik , Ibunda ratu. Hamba akan mulai mengerjakan tugas ini “, sahut Adit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Adit......”, teriak Laras sambil melempar bantal kursi ke arah Adit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Hahaha ...ok...ok...sekarang aku mau serius deh “, sahut Adit sambil mengacak – acak rambut Laras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Mereka tertawa bersama, hingga tak sengaja Laras menoleh ke arah pintu ruang tamu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Lho Hans, sejak kapan kamu berdiri di situ? Ayo masuk sini “, Laras menghampiri Hans yang sedari tadi hanya berdiam di pintu menyaksikan Adit dan Laras bercanda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Sudah sejak tadi aku berdiri di pintu, aku coba mengetuk tetapi kalian sedang asyik sendiri. Aku hanya sebentar kok Laras, aku hanya mengantarkan undangan untuk acara besok di Balai Kota. Kepala Sekolah menugaskan kita berdua untuk datang ke acara itu “, sahut Hans sambil menyodorkan sebuah amplop ke Laras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Kita berdua ? Maksudnya aku dan kamu ? “, tanya Laras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Betul, Laras. Besok kita bertemu di sana jam 7 pagi ya. Sekarang aku pamit pulang dulu “, sahut Hans yang langsung membalikkan badan dan berlalu dari rumah Laras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Dalam perjalanan pulang, Hans masih terbayang – bayang dengan peristiwa di rumah Laras tadi. Keakraban antara Adit dengan Laras masih mengganggu pikiran Hans. Hmmm ternyata kamu jutek ke aku karena kamu sudah punya cowok ya Laras, batin Hans. Ada perasaan aneh yang singgah di hati Hans ketika menyadari kalau Laras sudah memiliki Adit. Rasanya seperti ingin marah, ingin teriak, dan ada yang mengiris – ngiris hatinya sedikit. Perih, apakah ini yang namanya cemburu ya ? Hans bertanya – tanya sendiri. Tetapi mana mungkin aku cemburu terhadap Laras, dia hanya gadis biasa yang gak modis, gak menarik baik dari body, wajah maupun gaya nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Keesokan paginya Laras datang ke balai kota dengan diantar oleh Adit menggunakan sepeda motor butut milik Adit yang suaranya berisiknya minta ampun. Di pintu gerbang, nampak Hans sudah menunggu Laras karena satu undangan untuk berdua sehingga untuk masuk ke dalam Hans harus bersama – sama dengan Laras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Ayo Laras, acara sudah hampir dimulai. Mengapa kamu datang sesiang ini ?”, tanya Hans sambil menarik tangan Laras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Lepaskan tanganku , Hans. Aku harus berbicara dengan Adit dulu untuk meminta dia menjemputku nanti siang “, sahut Laras hendak membalikkan badannya ke arah Adit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Gak perlu, Laras. Nanti aku akan mengantarmu pulang “, sahut Hans dengan tegas dan kembali menarik tangan Laras.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Ada senyum kemenangan singgah di wajah Hans karena berhasil membuat Laras tidak menemui Adit lagi. Dan yang paling penting, dia bisa berdua dengan Laras sepanjang hari itu. Eits, mengapa aku sesenang ini ya bisa berdua dengan Laras? Apakah aku sudah jatuh cinta dengan Laras? Hmmm ga mungkin aku jatuh cinta dengan Laras. Dia bukan typeku, aku hanya merasa tertantang saja untuk menaklukan dia. Apalagi setelah tau kalau Laras sudah memiliki Adit yang juga biasa – biasa saja. Aku pasti bisa merebut Laras dari tangan Adit ,tekad Hans dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Laras gelisah , berkali – kali dia melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Dia tak ingin waktu cepat berlalu, dia ingin berada berdua bersama Hans lebih lama lagi. Baru sekali ini mereka benar – benar menghadiri sebuah acara hanya berdua saja. Laras jadi teringat lagu &lt;i&gt;Kemesraannya &lt;/i&gt;Iwan Fals. Kemesraan ini janganlah cepat berlalu ....doa Laras dalam hati. Kok kemesraan ya? Apa – apaan aku ini. Aku sudah memiliki Adit, tetapi mengapa aku masih mengharapkan berlama – lama dengan Hans ? Tetapi rasa ini benar – benar gak bisa aku hilangkan dan gak pernah aku miliki selain terhadap hans, bahkan rasa terhadap Adit sekalipun ga pernah sedalam ini. Perasaan bersalah menghinggapi Laras ketika dia mengingat Adit, cowok baik dan sederhana yang selalu ada buat dia. Adit yang selalu mengerti aku dan selalu melindungiku, dia terlalu baik untuk aku sakiti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-8008454179553934563?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/8008454179553934563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=8008454179553934563&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/8008454179553934563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/8008454179553934563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2011/04/jaga-selalu-hatimu-2.html' title='Jaga Selalu Hatimu (2)'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-3203432489068049464</id><published>2011-03-27T10:21:00.000-07:00</published><updated>2011-03-27T10:52:43.489-07:00</updated><title type='text'>Jaga Selalu Hatimu (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Laras keluar dari ruang Osis dengan hati puas setelah dia berhasil mementahkan ide Hans untuk acara 17 Agustus yang akan diadakan di sekolah. Entah sudah keberapa kali dia berhasil mementahkan ide – ide dari Hans walaupun sebenarnya ide – ide Hans itu cukup bagus, gak kalah bagusnya dengan ide – ide yang Laras lontarkan. Tetapi berkat kepiawaian Laras dalam mengolah kata, akhirnya ide – ide Laras lebih sering dipakai daripada ide – ide Hans.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Sementara itu, Hans yang masih terbengong – bengong dengan hasil rapat Osis tadi hanya dapat memandangi kepergian Laras dengan pandangan penuh tanya. “ Gadis yang aneh, sunguh – sungguh aneh. Mengapa ya Laras selalu bersikap tidak bersahabat terhadapku, padahal banyak gadis – gadis lain yang rela bermanis – manis hanya untuk mendapatkan perhatian dan sapaanku ? “, kata Hans dalam hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Laras....tunggu ...”, kejar Hans ketika dia melihat Laras hendak melangkah keluar dari gerbang sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Ooo kamu ternyata yang memanggilku. Ada apa, Hans ? Bukannya hasil rapat sudah diputuskan tadi? Dan kamu juga tau kan kalau aku tidak mau membahas tentang kegiatan Osis di luar jam sekolah “, kata Laras sambil menghentikan langkahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Hmmm aku gak akan membicarakan tentang kegiatan Osis kok. Ada yang ingin aku tanyakan , aku harap kamu mau menjawab dengan jujur”, Hans menatap mata Laras dengan tajam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Ok, apa yang akan kamu tanyakan ? Tolong cepat Hans, karena aku tidak memiliki banyak waktu”, kata Laras sambil balas menatap Hans.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Mengapa kamu selama ini selalu bersikap tidak bersahabat denganku , Laras? Apakah aku pernah berbuat salah kepadamu ?”, tanya Hans.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;“Aku bersikap tidak bersahabat? Hmm itu hanya perasaanmu saja, aku tidak merasa bersikap seperti itu. Jangan ge er, please...Udah, aku mau pulang sekarang “, sahut Laras sambil berlalu meninggalkan Hans yang hanya mampu terbengong mendengar jawaban Laras yang sama sekali tidak dia duga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="mso-element:para-border-div;border:none;border-bottom:dotted windowtext 3.0pt; padding:0cm 0cm 1.0pt 0cm"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;border:none;mso-border-bottom-alt: dotted windowtext 3.0pt;padding:0cm;mso-padding-alt:0cm 0cm 1.0pt 0cm"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Laras merebahkan dirinya di tempat tidur tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu seperti biasa. Pikirannya menerawang ke peristiwa di sekolah tadi. Hans...hans...sampai kapan sih kamu akan berhenti jadi anak manja dan menjadi dewasa ? Sampai kapan sih kamu dapat menjadi diri kamu sendiri tanpa pengaruh kekayaan dan ketampanan kamu? Sampai kapan kamu akan sadar kalau sebenarnya aku selalu menyupport kamu dengan sengaja mementahkan ide – ide kamu dengan harapan kamu dapat lebih kreatif lagi sebagai ketua Osis?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Tanpa sadar, air mata membasahi pipi Laras. Tahukah kamu Hans, kalau sebenarnya aku sangat menyayangi kamu?  Sadarkah kamu Hans bahwa sebenarnya sikap jutekku hanya untuk menutupi perasaan aku yang sesungguhnya ? Aku sadar dan tau diri, siapa aku dan siapa kamu. Perbedaan kita terlalu jauh dan aku tidak ingin harga diriku diinjak – injak hanya karena aku orang miskin. Aku hanya dapat menyupport kamu dari belakang, Hans. Aku tulus menyayangi kamu sebagai pribadi , bukan dari apa yang kamu miliki. Maafkan aku Hans, kalau sikapku membuat kamu bertanya – tanya dan bingung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;Setelah sadar kalau Laras meninggalkannya, Hans segera menuju ke mobilnya, mobil Xtrail yang diberi papa nya sebagai kado ulang tahun satu bulan yang lalu. Hans mengendari mobilnya perlahan karena sebenarnya jarak dari sekolah ke rumahnya tidak terlalu jauh. Bayangan sikap Laras yang jutek tadi masih membekas di hati nya. Mengapa dia bisa sejutek itu denganku ya? Padahal aku tau, Laras itu orang yang baik dan ringan tangan. Dia juga termasuk orang yang sabar, terbukti dari sikap – sikap dia ketika kunjungan ke panti jompo beberapa waktu lalu. Ah sudahlah, untuk apa aku memikirkan dia? Urusan dengan dia hanya sebatas urusan Osis saja, gak lebih dari itu. Sekarang lebih baik aku menelpon Linda dan mengajaknya kencan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-3203432489068049464?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/3203432489068049464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=3203432489068049464&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3203432489068049464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3203432489068049464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2011/03/jaga-selalu-hatimu-1.html' title='Jaga Selalu Hatimu (1)'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-7198288561310157936</id><published>2010-12-09T22:56:00.000-08:00</published><updated>2010-12-09T23:03:23.447-08:00</updated><title type='text'>Share : Flu Singapura</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Flu Singapur atau HFMD pernah ramai diperbincangkan sekitar tahun 2009. Sempat baca sekilas waktu itu, tetapi saya abaikan karena saya pikir siapa sih yang mau pergi ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Tetapi ternyata saya keliru, tidak disangka dan tidak diduga si kecil terkena Flu Singapur itu. Memang sih ini hanya analisa saya, karena saya memang tidak membawa Damar ke dokter. Tetapi &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;berdasarkan search dan googling serta konsultasi dengan seorang sahabat yang berprofesi Dokter. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;Tadinya saya sempat panik juga, ketika googling dan ternyata yang diderita Damar mirip dengan orang yang terkena Flu Singapur. Dulu sempet dengar juga kalau Flu tersebut berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Untungnya di tengah kepanikan tersebut, saya sempat &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;chatting &lt;/i&gt;dengan seorang sahabat dan teman kost di rumah kost YN ( &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;say thank you to dr. Imel )&lt;/i&gt; yang memberi saya ketenangan dan memberi saya beberapa masukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;Berawal ketika jumat siang Damar mengeluh pusing dan sedikit demam. Saya pikir karena damar kecapekan karena perut Damar juga gak kembung. Tetapi Saya lihat ada bintik – bintik merah di telapak tangan dan kaki Damar .Sebagian berair dan sebagian tidak. Bintik – bintik merah tersebut tidak menyebabkan gatal atau sakit. Damar hanya mengeluh sakit di sekitar lutut kaki.Menjelang tidur, saya beri Damar obat penurun panas supaya Damar dapat tidur nyenyak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;Hari sabtu Damar masih demam dan mulai muncul sariawan di sudut bibir kiri dan kanan. Tetapi Damar masih dapat makan dan minum walaupun pelan – pelan. Heran juga kok Damar bisa sariawan ya, karena konsumsi buah dan sayur nya cukup. Tiap hari Damar konsumsi jeruk 2-3 buah, berarti untuk vitamin C nya sudah terpenuhi &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;? Ternyata beberapa teman sekelas Damar juga menderita sariawan. Muncul pertanyaan juga waktu itu, masa sariawan menular sih? Hehehe…..Seharian kami usahakan Damar untuk lebih banyak konsumsi sayur dan buah nya supaya daya tahan tubuhnya meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Verdana; font-size: 13px; "&gt;Hari minggu demam sudah reda, tetapi Damar kesulitan untuk makan dan minum. Untuk membuka mulut saja susah, apalagi untuk makan dan minum. Sedih sekali melihat kondisi Damar seperti itu. Tetapi tetap diupayakan supaya ada cairan dan bahan makanan yang masuk walaupun harus dipotong sekecil mungkin supaya waktu disuapin tidak mengenai sariawannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Hari Senin Damar terlihat agak pucat karena dari hari Sabtu memang tidak ada nasi yang masuk ke perutnya. Obat sariawan yang dibeli waktu hari minggu pun tidak berpengaruh terhadap sariawannya. Akhirnya saya googling untuk mencari obat sariawan yang bagus dan aman untuk anak kecil. Dari hasil googling, baru ketauan kalau Damar terkena flu singapur. Awalnya cukup panik juga karena pernah dengar kabar kalau flu singapur itu berbahaya ,dsb. Setelah membaca artikel dan konsultasi dengan seorang sahabat , akhirnya saya cukup tenang juga karena ternyata flu tersebut dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari. Yang menjadi konsentrasi saya pada saat itu sudah bukan flu singapur nya lagi, tetapi bagaimana menjaga kondisi Damar supaya tidak dehidrasi dan meningkatkan daya tahan tubuh nya. Susu Damar pun kemudian saya ganti dengan susu pediasure complete ( maaf menyebut merk ) yang merupakan makanan cair. Saat membuat susu, saya campur dengan madu dan air buah pir untuk kecukupan nutrisi nya karena buah pir bagus juga untuk pencernaan , mengingat sudah beberapa hari Damar tidak kemasukan bahan makanan. Setelah minum susu, 1 jam kemudian saya beri kandistatin ( maaf sebut merk lagi ) untuk pengobatan sariawannya. Senin sore rencananya saya bawa Damar ke dokter supaya mendapat obat untuk penghilang nyeri nya, tetapi apa daya dua dokter langganan kami tutup semua karena memang bertepatan dengan &lt;i style="mso-bidi-font-style:normal"&gt;harpitnas&lt;/i&gt; dan malam 1 Suro. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Hari Selasa Damar sudah tidak terlihat pucat walaupun masih belum selincah biasa, tetapi sudah cukup membuat saya lega karena Damar tidak dehidrasi. Tetap diupayakan untuk minum pediasure dan roti regal sedikit demi sedikit, juga asupan air putih serta olesan blue band di bibir supaya bibir tidak kering. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Hari Rabu, keadaan masih sama seperti hari Selasa. Tetapi puji Tuhan malamnya Damar sudah dapat makan nasi. Dan keadaan berangsur membaik hingga sekarang. Damar sudah dapat beraktifitas seperti semula, lengkap dengan keusilan dan kekritisannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Informasi seputar HFMD dapat dibaca di : &lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.tanyadokteranda.com/penyakit/2010/08/apa-itu-flu-singapura"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" &gt;http://www.tanyadokteranda.com/penyakit/2010/08/apa-itu-flu-singapura&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt;Temanggung, 10 Desember 2010&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-7198288561310157936?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/7198288561310157936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=7198288561310157936&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7198288561310157936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7198288561310157936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/12/share-flu-singapura.html' title='Share : Flu Singapura'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-3702348201904946021</id><published>2010-10-07T00:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-07T00:54:21.913-07:00</updated><title type='text'>Kau di Hatiku Selamanya</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Aku sedang mengamati penumpang yang berdatangan sambil menunggu pesawat untuk tinggal landas, ketika aku melihat sosok yang begitu aku kenal. Pria itu sedang menuju kursinya, tepat dua baris di depanku. OMG, tiba – tiba jantungku berdebar tak menentu. Dengan gemetar, kuambil majalah dari kantong kursi di depanku dan kuletakkan ke wajahku.&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Tuhan, semoga dia tidak melihatku&lt;/i&gt;. Begitu doaku dalam hati. Beberapa detik, kuturunkan majalah sedikit dari wajahku, bermaksud untuk mengintip apakah situasi sudah aman buatku untuk menyingkirkan majalah itu dari wajahku. Kutarik nafas lega begitu aku melihat sosoknya sudah duduk di kursi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Kuamati sosok itu diam – diam dari tempat dudukku, sosok itu masih terlihat tegap dan kekar dengan tampang cool nya yang membuat banyak cewek berusaha menarik perhatiannya. Di bahu nya itulah dulu aku suka menyandarkan kepalaku saat menikmati waktu berdua bersamanya. Tertawa bersama, mengisi waktu luang bersama. Walaupun aku sering menggigit bibir jika aku melihat dia sedang dikelilingi oleh cewek – cewek yang berusaha menarik perhatiannya. Cewek – cewek cantik dan kaya yang pantas untuk bersanding dengannya dibandingkan aku. Tetapi lagi – lagi dia bisa meyakinkanku bahwa hanya ada aku di hati nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Tiba – tiba hatiku terasa perih, sangat perih..kenangan menyakitkan itu muncul lagi , saat dimana orang tuaku berusaha memisahkanku dari Bram. Ya, nama pria itu Bram. Orang tuaku memaksaku pulang kampung untuk dijodohkan dengan anak dari salah seorang kerabat. Semakin kuat aku mempertahankan Bram, semakin gigih pula orang tuaku memisahkanku dari Bram. Pertengkaran demi pertengkaran terjadi diantara kami. Hingga akhirnya orang tuaku menghadapkanku pada pilihan yang sulit, antara memilih mereka atau memilih Bram. Tak mau dikatakan anak durhaka, akhirnya aku memilih untuk mengikuti mereka dengan satu syarat. Aku akan pulang jika aku diijinkan untuk menemui Bram untuk terakhir kalinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Pertemuan terakhir dengan Bram cukup singkat karena aku hanya diberi waktu 5 menit sebelum aku boarding. Tak ada kata perpisahan, tak ada pelukan karena aku tak mau dia melihatku bersedih dan semakin sulit melepasku. Kukeluarkan sebungkus kado dari dalam tasku dan kuberikan kepada nya sebelum aku meninggalkannya. Deg…aku teringat baju yang tadi dikenakan Bram . Bukankah itu kado perpisahan dariku? Ternyata Bram masih menyimpannya hingga kini. Apakah itu berarti Bram juga masih menyimpanku di hatinya ? Apakah Bram masih mencintaiku.? Ingin kupanggil dia dan kutanyakan hal itu kepadanya sambil merebahkan dadaku di pelukannya seperti yang dulu sering aku lakukan. Dada yang selalu membuatku merasa hangat dan nyaman..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Plok…waduh apa yang aku pikirkan tadi? Dia hanya bagian dari masa lalu, yang gak akan mungkin bisa kembali. Aku sudah berbahagia sekarang dengan keluargaku. Aku memiliki keluarga yang harmonis, walaupun jujur saja aku tidak pernah bisa menghilangkan dia dari hatiku. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;Ssst …jangan bilang – bilang yah kalau aku masih menyimpan orang lain di hatiku…&lt;/i&gt;Capek dan lelah sebenarnya harus membohongi diri sendiri dan orang lain selama bertahun – tahun kalau sebenarnya aku masih mencintai Bram. Masih menyimpan namanya di lubuk hati ku yang paling dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt; font-family:Verdana"&gt;Tak terasa pesawat sudah mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; penumpang bergegas menurunkan barang – barang mereka dari bagasi sambil menunggu pintu pesawat terbuka. Aku masih tetap di tempat dudukku dengan majalah menutupi wajahku, menunggu hingga semua penumpang turun dari pesawat. Berharap tidak berjumpa dengan Bram. Tak kupedulikan orang – orang yang memandangku dengan tatapan heran. Beberapa saat kemudian kuturunkan majalah dari wajahku setelah tidak ku dengar langkah – langkah kaki. Dan ternyata…bram sedang berdiri di depanku dan memanggil namaku ..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana"&gt;”Richard…!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana"&gt;Temanggung, 7 Oktober 2010&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-3702348201904946021?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/3702348201904946021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=3702348201904946021&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3702348201904946021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3702348201904946021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/10/kau-di-hatiku-selamanya.html' title='Kau di Hatiku Selamanya'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-3369677207196566147</id><published>2010-08-19T10:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T10:30:24.849-07:00</updated><title type='text'>Benarkah Kita sudah Merdeka ?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: verdana; text-align: justify;" id=":18e" class="ii gt"&gt;&lt;div id=":18d"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Fiuh….akhirnya selesai juga latihan upacara untuk tanggal 17 Agustus nanti. Hari minggu yang biasanya buat bermalas – malasan, kali ini aku isi dengan latihan upacara di sekolah. Panas matahari yang menyengat membuat rasa hausku semakin menjadi. Terbayang es buah buatan Mama yang selalu menjadi menu buka puasa setiap hari. Segarrrr rasanya…..”Hummm mampir ke warung mbah Min dulu untuk minum es teh enak kali ya “, kataku dalam hati. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tengok kanan , tengok kiri ..aman deh tidak ada orang di sekitarku. Aku segera beranjak ke warung mbah Min yang terletak di seberang sekolah dan memesan satu gelas es teh manis kesukaanku. Sebenarnya bukan kesukaanku sih, tetapi es teh selalu mengingatkanku akan seseorang yang hoby sekali dengan minuman ini. Kapanpun dan dimana pun dia tak pernah lupa untuk memesan minuman ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Lho Kakak gak puasa ya ?”, tegur seseorang ketika aku hendak memasukkan sedotan ke mulutku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Andin, ngapain di sini ?”, tanyaku setelah hilang kekagetanku. Andin adalah anak Bi Inah, PA yang bekerja di rumah kami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Andin tadi sedang melihat latihan upacara di sekolah Kakak. Andin ingin sekali dapat mengikuti upacara lagi, Kak.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Hari Selasa besok kan Andin dapat ikut upacara untuk memperingati kemerdekaan Negara kita “ , kataku mengingatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Andin terdiam mendengar kata – kataku dan menundukkan kepalanya. Tiba – tiba aku melihat ada butiran air jatuh dari kepala Andin yang tertunduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Lho Andin ..Andin mengapa menangis ? Ada kata – kata Kakak yang salah ya ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Andin menggelengkan kepala dan tetap membisu. Aku biarkan Andin hingga Andin tenang dan menyelesaikan tangisnya. Tak lama kemudian Andin menghela napas dan mengangkat kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Andin sudah lama tidak sekolah , Kak. Ibu tidak punya uang untuk membiayai sekolah Andin. Untuk makan sehari – hari saja kami masih belum cukup,walaupun Ibu sudah dibantu oleh Kakak Andin. Kadang Andin hanya makan satu kali dalam sehari karena kalau Andin makan tiga kali , nanti adik – adik Andin yang tidak dapat makan kenyang”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kali ini giliran aku yang terdiam. Andin yang masih sekecil itu harus mengorbankan diri nya untuk adik – adiknya. Gadis kecil yang kuat,sedangkan aku ? Untuk&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menahan haus sebentar saja aku hampir gak bisa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Ayo Andin, Kakak antar Andin pulang. Andin mau kan gonceng Kakak naik sepeda ?”, ajakku setelah aku membayar &lt;span&gt; &lt;/span&gt;segelas es teh yang tidak jadi aku minum tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku mengayuh sepedaku dengan perlahan karena takut angin atau lubang akan menjatuhkan tubuh Andin yang kurus. Ketika tiba di belokan jalan menuju rumah Andin, aku melihat banyak orang keluar dari sebuah rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Di kampung Andin sedang ada yang punya hajat ya ?” , tanyaku sambil menunjuk ke rumah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Mana Kak ? Ooo itu, itu bukan ada hajatan , Kak. Tetapi orang – orang itu baru saja selesai melakukan ibadat di situ. Tiap hari minggu kami selalu melakukan ibadat bersama walaupun berpindah – pindah tempatnya “.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Oo begitu. Kakak kira ada yang punya hajat di sini. Jadi habis dari gereja setiap minggu nya, Andin dan yang lain kemudian berkumpul lagi untuk melakukan ibadat bersama ?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Bukan begitu, Kak. Kami mengadakan ibadat di rumah penduduk, karena kami tidak memiliki bangunan gereja. Kata Ibu sih dari waktu Ibu masih kecil , warga sudah mengajukan ijin untuk mendirikan gereja di sekitar sini sehingga kami tidak harus menempuh perjalanan 2 jam untuk mengikuti misa tiap minggu nya. Andin juga gak tau Kak, mengapa sampai sekarang gereja belum juga dibangun.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku terdiam lagi mendengar penjelasan Andin. Gadis kecil yang benar – benar kuat dan tabah, begitu banyak kepahitan yang harus dia alami di usia nya yang masih sangat muda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Akhirnya kami tiba juga di rumah Andin, sebuah rumah mungil yang sangat sederhana.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Andin menarik tanganku untuk masuk ke dalam rumahnya yang mungil. Di halaman depan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;aku melihat ada dua anak kecil yang usianya lebih muda dari Andin. Mungkin mereka adik Andin, kataku dalam hati. Walaupun Bi Inah bekerja di rumah, aku tidak begitu tahu tentang keadaan dan keluarga Bi Inah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku pandangi ruang tamu rumah mungil itu, genteng atap terlihat jelas. Lantai yang belum sempat di semen dan dinding bambu merupakan komponen yang mendukung berdirinya rumah mungil itu. Sepintas aku melihat foto seorang gadis berusia sekitar 17 tahun di dinding foto itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Itu Kak Santi, Kakak Andin yang kerja di luar negeri sekarang. Tetapi Kak Santi sebentar lagi akan pulang dan gak mau pergi ke sana lagi . Kata Kak Santi, Kak Santi gak mau kerja di Negara yang sudah menjajah Negara kita diam – diam. Andin bingung kok Kak Santi bilang kalau Negara kita dijajah ya Kak? Kan di Negara kita tidak ada perang senjata dor..dor..dor..? “, tanya Andin sambil menatapku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;AKu tersenyum mendengar pertanyaan Andin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Menjajah itu beda dengan perang, Andin. Kalau yang Andin bilang tadi, itu adalah perang senjata. Kalau menjajah itu artinya menindas atau menyusahkan pihak lain. Memangnya Kak Santi kerja di Luar negeri nya dimana, Andin ?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;“Andin gak tahu, Kak. Tapi Andin ingat Ibu pernah bacain surat dari Kak Santi yang ada kata – kata tari pendet dan lagu Rasa Sayange , Kak”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;# # #&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Itulah pengalaman ku hari ini, diary. Pengalaman yang sangat berharga dan membuka mata serta menyisakan sebuah pertanyaan yang tak dapat aku jawab “ Benarkah kita sudah merdeka ?”&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Temanggung, 19 Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-3369677207196566147?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/3369677207196566147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=3369677207196566147&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3369677207196566147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3369677207196566147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/08/benarkah-kita-sudah-merdeka.html' title='Benarkah Kita sudah Merdeka ?'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-3019933920094720751</id><published>2010-08-13T18:33:00.000-07:00</published><updated>2010-08-13T18:38:16.417-07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan, Mo Met</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TGXy0pIccjI/AAAAAAAAACg/5eCJpHlz-oI/s1600/rm+blas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TGXy0pIccjI/AAAAAAAAACg/5eCJpHlz-oI/s200/rm+blas.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505073105738691122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;“Romo Blas meninggal semalem, mba…”, begitu kata seorang teman begitu aku tiba di kantor. Seketika aku terdiam dengan pandangan tak percaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;Segera ku buka facebook dan email untuk mencari kebenaran berita itu. Dan ternyata berita itu benar. Aku membaca tulisan dari Lini dan Mbak Ratna tentang kepergian beliau tadi malam jam 21.30 di RS Elisabeth Purwokerto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;Aku mengenal Romo Slamet lewat dunia maya, kami memang belum pernah bertatap muka secara langsung. Hanya lewat email, chatting, sms dan telpon. Waktu pertama berkenalan, beliau memintaku untuk memanggilnya “Mo Met”. Waktu itu aku sempat bercanda “Mo, tebakan..Apa bedanya Mo Met dan Mumet ?”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;Beliau yang menguatkan dan meneguhkan aku waktu aku bimbang untuk menjalani proses ‘kawin campur’. Beliau yang membimbing aku saat aku bingung untuk mengambil langkah ketika hari perkawinan kami sudah dekat. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Beliau juga yang dengan setia mengirim sms – sms peneguhan ketika aku hampir jatuh dan putus asa. &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;Berkat beliau juga, proses pengurusan dokumen dan pemberkatan di gereja menjadi lebih mudah karena ternyata beliau kenal dengan romo paroki yang baru di gereja kami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;Ketika aku hendak memasuki ruang operasi untuk melahirkan anak pertama kami, beliau mengirimkan pesan singkat yang isi nya beliau ikut mendoakan keselamatan aku dan bayi kami. Beliau juga mengungkapkan keinginannya untuk dapat berkunjung ke Temanggung ketika beliau pulang ke Magelang nanti. Tetapi sayangnya ketika beliau pulang ke Magelang, aku sedang di luar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;Dunia memang sempit, setelah sekian lama kami tidak saling kontak. Tiba – tiba suatu siang hp ku berbunyi dan ternyata ada Sms dari romo Slamet “Ly, kamu kenal dengan Romo Mardi ? Ini beliau titip salam buatmu “.Ternyata saat itu beliau sedang ada pertemuan dengan romo Mardi dan beberapa Romo Projo. Waktu itu aku sempat membalas “Yah Romo , sedang rapat kok sempet – sempet nya kirim sms ke Lily ?” . &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;Beliau juga yang rajin mengirim sms kalau aku hendak bepergian dan menanyakan tentang keberadaan kami. Tak segan – segan juga beliau mengingatkan ku untuk memberitahu suami untuk hati – hati dalam mengemudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;Begitu banyak kenangan yang telah beliau berikan. Begitu banyak peneguhan dan penguatan yang telah beliau berikan baik lewat kontak pribadi maupun lewat renungan – renungan dan tulisannya. Sekarang beliau sudah pergi untuk memasuki keabadian bersama Bapa di Surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;Selamat Jalan, Mo. Selamat beristirahat dalam damai dan berbahagia bersama Bapa dan semua orang kudus di surga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;Temanggung, 14 Agustus 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify"&gt;&lt;span style=" ;font-family:Verdana;font-size:10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-3019933920094720751?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/3019933920094720751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=3019933920094720751&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3019933920094720751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3019933920094720751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/08/selamat-jalan-mo-met.html' title='Selamat Jalan, Mo Met'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TGXy0pIccjI/AAAAAAAAACg/5eCJpHlz-oI/s72-c/rm+blas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-4949539443586143382</id><published>2010-07-25T09:55:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T10:04:10.352-07:00</updated><title type='text'>Share : Mengajar anak menahan keinginan dengan Menabung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ide ini muncul ketika saya sudah mulai kerepotan untuk melakukan negosiasi dengan si kecil ketika suatu hari dia minta dibelikan mainan. Negosiasi yang dilakukan tidak membuat Damar mampu mengurungkan keinginannya untuk membawa mobil – mobilan itu pulang, tetapi membuat Damar mengeluarkan senjata andalannya yaitu menangis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pikir punya pikir, akhirnya munculah ide untuk mengajari Damar menabung. Discuss dengan sang Papa pun dilakukan untuk menyusun langkah – langkah selanjutnya ( hehe seperti mikir strategi perang aja yah ). Tinggal menunggu saat yang tepat untuk melaksanakan ide itu. Bersabar….&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Suatu hari, Hp saya berbunyi dan ternyata telpon dari Damar yang meminta saya untuk memberikan dia hadiah karena dia sudah berhasil meniti ( berjalan di atas bambu kecil ). Humm, saya ok-kan permintaannya dan berjanji akan mengajak dia membeli hadiah tersebut sepulang kerja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pulang kerja, kami bertiga meluncur ke sebuah toko mainan di kota. Tiba di sana, Damar segera memilih ‘hadiah’ yang dia minta. Pilih sana pilih sini, akhirnya pilihan dia jatuh ke mobil – mobilan yang dijalankan dengan pengungkit di salah satu ujung jalannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Ade ingin hadiah ini? “ saya bertanya kepada Damar dan segera dijawab dengan anggukan kepalanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Coba kita lihat harganya dulu yuk, De. Mama khawatir uang Mama gak cukup untuk membelinya. “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemudian kami sama – sama melihat price yang ada di balik dus mainan itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Harganya Lima puluh ribu, De. Mama hanya punya uang Dua puluh ribu, berarti masih kurang tiga puluh ribu. Gimana ya De ?” , sambil pura – pura kebingungan saya bertanya kepada si kecil.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Eh Ma, coba minta Papa, Ma. Mungkin Papa punya uang, Ma” , kata Damar sambil memandang Papa nya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Papa membuka dompet kemudian berkata “Yah Papa juga sama seperti Mama, hanya punya uang dua puluh ribu. Kalau digabungin sama punya Mama, berarti masih kurang sepuluh ribu, De. Masih belum cukup untuk membeli mobil- mobilan itu. Gimana donk ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hening sejenak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Eh gini aja De. Kita nabung dulu yuk, kita kumpulin uang dulu aja. Nanti Mama kasih Ade uang untuk ditabung tiap hari, uangnya nanti dimasukin ke celengan yang waktu itu kita beli itu lho. Nanti kalau uangnya sudah cukup, kita kembali lagi ke sini. Ok ?” , saya memandang Damar dengan berharap.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Tapi Damar ingin beli mainan ini, Ma “, kata Damar dengan wajah memelas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dengan menguatkan hati untuk tidak bersimpatik pada si kecil, saya berkata ,” Iya, Mama tahu kalau Damar ingin membeli mobil itu. Tapi uang kita kan tidak cukup, sayang. Kita nabung dulu aja ya, Mama janji deh nanti kalau uangnya sudah cukup, kita akan kembali ke sini lagi.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Mama janji ya nanti kalau uangnya sudah cukup, Damar beli mainan itu” , kata Damar masih dengan wajah cemberut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Iya, Mama janji. Yuk kita janji ( sambil mengaitkan kelingking ku dengan kelingking Damar). Sekarang ayo kita pulang. Lets Go…”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Puji Tuhan, akhirnya berhasil juga. Satu langkah terlewati. Saya dan Papa saling memandang dan melempar senyum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Esok paginya, saya beri uang seribu rupiah ke Damar untuk dimasukkan ke celengan. Hari pertama dan hari kedua, tidak ada pertanyaan dari Damar. Hari ketiga ketika Damar memasukkan uang tersebut ke celengan, Damar bertanya “uangnya sudah cukup belum ya Ma ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Humm coba kita hitung dulu yuk..” , kataku sambil mengeluarkan uang yang ada dalam celengan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Seribu, dua ribu, tiga ribu …baru ada tiga ribu, De. Coba Ade hitung , kalau Ade perlu uang sepuluh dan Ade sekarang punya uang tiga, berarti Ade masih kurang uang berapa lagi supaya dapat sepuluh “.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“ade punya uang sepuluh ya Ma ( sambil menunjukkan kesepuluh jarinya ), terus Ade baru punya uang tiga. Berarti dikurangi tiga ya Ma jarinya ? “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Iya , betul. Coba sekarang Ade hitung, berarti masih harus kumpulin uang berapa lagi ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“satu, dua, tiga, empat,lima, enam, tujuh ( sambil menghitung jari yang masih tegak setelah tiga jari dilipat ). Tujuh, Ma…”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Iya, berarti Ade masih harus kumpulin 7 lembar uang seribuan lagi. Baru deh kita beli mainan itu. “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setiap hari, Damar tidak bosannya bertanya dan menghitung jumlah uang yang terkumpul. Hingga tiba hari ke sepuluh, Damar menagih janjinya untuk membeli mainan yang dijanjikan. Jadilah sepulang kerja, kami bertiga pergi ke toko mainan itu lagi. Setiba di sana, Damar langsung mengambil mobil – mobilan itu dan dengan yakin memberikannya kepada saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Ayo, Ma. Sekarang kita bayar mainan ini.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Ok “, kataku sambil berjalan menuju kasir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dalam perjalanan pulang, saya bertanya kepada Damar “ Damar sekarang sudah tahu kan manfaat dari menabung. Besok Damar menabung lagi ya, jadi kalau nanti Ade ingin beli mainan atau beli apa saja, Damar bisa ambil dari uang tabungan itu. Juga kalau misalnya uang Mama gak cukup seperti kemarin, Ade bisa ambil kekurangannya dari uang tabungan itu. Damar masih mau menabung gak besok ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Masih, Ma. Damar masih mau menabung kok, nanti kalau uangnya sudah cukup kita beli laptop – laptopan yang tadi ya Ma”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Temanggung, 25 July 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-4949539443586143382?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/4949539443586143382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=4949539443586143382&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/4949539443586143382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/4949539443586143382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/share-mengajar-anak-menahan-keinginan.html' title='Share : Mengajar anak menahan keinginan dengan Menabung'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-2920221459371264016</id><published>2010-07-15T20:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-15T20:04:16.674-07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan, Rio</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Waktu ku  tinggal sedikit, Indy. Hanya tinggal beberapa hari lagi” , Rio berkata dengan  suara pelan ketika kami &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;nge-date &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;untuk kesekian kalinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Persahabatanku  dengan Rio sudah cukup lama sebenarnya , tetapi frekuensi pertemuan kami dapat  dihitung dengan jari. Berawal dari perkenalan di sebuah forum kesehatan, dimana  Rio menjadi salah satu moderator di situ. Dari beberapa tanya jawab dan  konsultasi, akhirnya kami menemukan kecocokan dan menjadi dekat. Persahabatan  antar lawan jenis yang tulus dan tanpa pamrih, tanpa diiringi perasaan lain.  Kesibukan dengan rutinitas pekerjaan dan dengan keluarga masing – masing,  membuat kami hanya dapat berbicara lewat dunia maya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku menatap  wajah tampan di depanku dengan diam, tanpa mampu berkata sedikitpun. Kugenggam  erat tangannya, mencoba menyalurkan semua kekuatan yang aku miliki ke dalam  dirinya. Dibalik ketegaran dan keceriaannya, dia menyimpan kepedihan yang begitu  dalam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Rio, Tidakkah  kamu ingin menceritakan hal ini kepada Lia? Dia istrimu, Rio. Dia berhak tahu  apa yang sedang kamu alami. Ijinkan dia untuk ikut menanggung semua itu, Rio.”  Kataku pelan sambil tanganku tetap menggenggam tangannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Tidak, Indy.  Aku tidak ingin melihat dia sedih, aku tidak ingin hari – hari nya yang ceria  dirusakkan oleh penyakitku. Kebahagian dan keceriaan dia adalah salah satu  sumber semangatku. Biarlah dia tetap ceria dan menularkan keceriaan itu untuk  dua malaikat kecil kami. Berita tentang penyakitku hanya akan membuat dia lemah,  dan akan berdampak buruk untuk anak – anak “, Rio menjawab dengan suara pelan  tetapi tegas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Lagi – lagi  aku hanya dapat terdiam mendengar penjelasannya. Begitu besar kasih mu untuk  keluargamu, Rio. Hingga kamu rela menanggung semua penderitaan itu sendiri,  bahkan ketika kamu tahu kalau kebersamaanmu dengan mereka hanya tinggal hitungan  hari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Aku hanya  ingin sisa hidupku berguna untuk orang lain, Indy. Aku tidak ingin mereka  melihatku sebagai orang yang lemah dan harus dikasihani. Aku tidak mau membuat  orang – orang yang aku sayangi menangis disampingku meratapi penyakitku”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;, suara Rio memecah keheningan di antara kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Ya, aku tahu  Rio. Aku dapat mengerti apa yang kamu inginkan. Tetapi Rio, cobalah untuk  mengurangi aktifitas kamu. Berhentilah dari forum kesehatan yang sering menyita  waktu tidur kamu. Setidaknya kamu tidak terlalu lelah, Rio.Coba lihat dirimu  yang sekarang, Rio. Wajahmu begitu pucat dan ada garis hitam di bawah mata. Kamu  tidak ingin membuat Lia bertanya – tanya kan? “ , sahutku mencoba  menyadarkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Lelah atau  tidak, itu tidak berpengaruh untuk usia aku, Indy. Kalau aku boleh minta sama  Tuhan, aku akan minta supaya Tuhan tidak memberiku rasa ngantuk. Sehingga waktu  24 jam dapat aku gunakan sepenuhnya untuk berkarya dan membawa kebaikan untuk  orang lain. Waktuku tinggal sedikit, Indy. Aku sebenarnya takut menghadapi ini,  karena itu aku tidak ingin memejamkan mataku walau hanya sedetik. Aku takut jika  aku memejamkan mataku, aku tidak dapat membukanya lagi “ , kata Rio sambil  berusaha tetap tenang. Genggaman tangannya semakin kuat mengenggam  ku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Aku tahu dan  dapat mengerti, Rio. Mungkin aku juga akan bersikap sama jika aku ada di posisi  kamu. Tetapi aku tidak dapat setabah kamu. Kamu begitu tabah dan kuat sehingga  tidak ada seorangpun yang menyadari bahwa di balik tubuhmu yang gagah, ternyata  menyimpan suatu penyakit yang berbahaya “, sahutku pelan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tiba – tiba  Rio memelukku dan menumpahkan tangisnya dibahuku. Bahunya berguncang menahan  isak yang hampir keluar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Rio semakin erat memelukku, mencoba  meluapkan semua emosinya dalam rengkuhanku. Beberapa saat kami berpelukan ,  tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulut kami. Dadaku terasa sesak dan sedih.  Apa yang dapat aku lakukan untuk menghibur mu, Rio ? Sampai kapan kamu akan  menutupi penderitaan kamu dari semua orang yang mengasihimu? Aku berteriak dalam  hati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Aku takut,  Indy. Aku tidak mau mati sekarang, aku masih ingin bermain bersama anakku, aku  masih ingin mendampingi Lia dan membuatnya bahagia. Pernikahanku baru 6 tahun,  Indy. Baru 6 tahun Lia menyandang status Nyonya Rio, tetapi sebentar lagi aku  akan memberikan status baru untuknya. Ya, Lia akan menjadi seorang Janda. Indy,  aku tidak rela, Indy. Mengapa semua ini tidak adil buatku? “ ratap Rio dengan  pilu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Semakin kuat  Rio memelukku, dan kurasakan tubuhnya berguncang semakin hebat menahan kepedihan  yang begitu dalam. Kubiarkan bajuku basah oleh air mata Rio yang semakin banyak  tertumpah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perlahan Rio  mulai melepaskan pelukannya dengan wajah tetap tertunduk. Kuambil tissue basah  dari dalam tas dan ku usap air mata yang masih tersisa di pipi nya dengan pelan  dan lembut. Wajah tampan di depanku sebentar lagi akan meninggalkan dunia ini.  Persahabatan yang telah terjalin cukup lama, membuat kami sangat dekat. Walaupun  komunikasi dilakukan hanya lewat dunia maya, tetapi tidak membuat persahabatan  kami diwarnai kepalsuan. Masih kuingat saat Rio pertama kali divonis oleh dokter  kalau dia menderita leukemia dan diperkirakan masa hidupnya tinggal beberapa  bulan. Betapa depresinya dia saat itu. Rio tidak percaya terhadap diagnosa itu,  dia masih mencoba untuk periksa ke dokter lain. Tetapi diagnosa dari 3 dokter  menyebutkan hal yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Beberapa hari Rio seperti mayat hidup  dan tidak punya semangat. Ditengah kekalutannya, Rio mendatangi seorang  psikiater. Psikiater tidak dapat membantu banyak, dan Rio tetap sendiri dengan  depresinya. Akhirnya Rio mencoba menjalani semua dengan ikhlas dan tabah.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kepeduliannya  kepada sesama dan keinginan kuat untuk memberikan sisa hidupnya untuk orang  lain, membuat Rio tidak mempedulikan rasa sakitnya. Dia masih tetap setia  menjadi salah satu moderator di sebuah forum kesehatan, masih melayani  konsultasi kesehatan dan psikologi dari siapapun dan jam berapapun. Tak pernah  sekalipun dia kelihatan sakit di depan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Beberapa hari  kemudian , ku tanyakan kabarnya lewat SMS “Rio, bagaimana keadaan kamu hari ini  ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tidak seperti  biasa, Rio tidak langsung membalas SMS ku. Mungkin Rio sedang sibuk dengan  pasiennya, begitu pikirku. Aku kembali disibukkan dengan pekerjaanku hingga lupa  kalau Rio belum memberi kabar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kring……suara  telpon di tengah malam membangunkan tidur lelapku. Dengan malas, kuangkat telpon  “ Hallo…..”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Indy, maaf  aku mengganggu tidurmu malam – malam “, suara diseberang sana yang sangat aku  kenal membalas sapaanku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Oh, kamu Rio.  Gak apa Rio, aku tidak terganggu kok. Bukankah kamu sudah biasa menggangguku ? “  sahutku dengan becanda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Indy, aku  merasa waktuku tidak akan lama lagi, Indy. Aku sudah tidak kuat lagi menahan  rasa sakit ini. Aku sudah pasrah dan ikhlas “ suara Rio terdengar terbata –  bata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Suasana hening  sejenak, aku sibuk menata hatiku sendiri. Aku tahu waktu Rio tidak akan lama  lagi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Maukah kamu  berdoa bersamaku, Rio ?” tanyaku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan kami pun  mulai berdoa bersama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tuhan yang  Maha Kasih,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kami  menghadapmu kembali unttuk mengucap syukur untuk penyertaan-Mu selama ini kepada  Rio , untuk kekuatan dan ketabahan yang sudah Engkau berikan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kami tidak  tahu apa yang menjadi rencana-Mu,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi kami  tahu dan percaya bahwa rencana-Mu pastilah yang terbaik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kami serahkan  semua rasa sakit ini kepada-Mu ya Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kami serahkan  hidup kami sepenuhnya ke dalam tangan Mu, Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Biarlah  kehendak-Mu yang terjadi dalam hidup kami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Amin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Terima kasih,  Indy. Aku sudah tenang sekarang karena ada Tuhan yang akan selalu menjagaku”,  Rio berkata di seberang sana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Indy, maukah  kamu berjanji untukku ?” Tanya Rio&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Ya, apa yang  kamu ingin untuk aku lakukan, Rio ?” tanyaku dengan lembut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Berjanjilah  untuk tidak mengatakan kepada siapapun tentang penyakitku, tentang semua yang  aku alami. Aku tidak ingin membuat Lia dan anak – anak sedih. Berjanjilah, Indy  “, pinta Rio dengan perlahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku terdiam  sejenak sebelum menjawab “Ok, aku berjanji akan menyimpan semua ini seorang diri  “ .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Terima kasih  , Indy. Terima sudah mau menjadi pendengar ku selama ini. Sekarang aku sudah  tenang, aku akan tidur. Selamat malam, Indy “, terdengar suara telpon ditutup  dari seberang sana.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kupandangi  sosok yang terbujur kaku di depanku, ada senyum dan ketenangan di wajahnya yang  pias. Rio menghadap Tuhan tepat satu jam setelah dia menelponku. Beristirahatlah  dalam damai, sahabatku. Aku ikut berbahagia karena engkau sudah bersama Tuhan  sekarang dan sudah terlepas dari semua penderitaanmu. Selamat Jalan,  Rio.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tmg, 19 April  2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-2920221459371264016?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/2920221459371264016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=2920221459371264016&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/2920221459371264016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/2920221459371264016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/selamat-jalan-rio.html' title='Selamat Jalan, Rio'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-5096293060516551768</id><published>2010-07-14T21:31:00.001-07:00</published><updated>2010-07-14T21:31:33.525-07:00</updated><title type='text'>Monolog</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sore ini hujan rintik – rintik  membasahi bumi tempatku berpijak. Sebagian orang segera mempercepat jalan dan  laju kendaraannya untuk menghindari hujan dan segera tiba di tempat tujuan.  Sebagian lagi segera mencari tempat untuk berteduh. Sedangkan aku dengan langkah  pelan menikmati dan membiarkan air hujan yang pelan tapi pasti mulai membasahi  rambut dan badanku. Entah sudah beberapa puluh tahun tak kulakukan kegiatan ini.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bau tanah basah dan kesejukan  yang tercipta karena hujan, selalu membawa ingatanku akan seseorang yang jauh di  sana. Seseorang yang tak bisa kumiliki, tetapi selalu hadir dalam hati dan  pikiranku. Seseorang yang kehadirannya selalu aku nantikan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dalam rintiknya hujan, aku  biarkan air mata jatuh dan membaur bersama air hujan yang membasahi tanah  tempatku berpijak. Air mata yang selalu tertumpah setiap kali aku mengingat dan  menginginkannya. Ada kesedihan yang mencuat dari dalam hatiku, ketika aku  menyadari bahwa rasa itu hanya fatamorgana. Begitu menyakitkan menyimpan semua  rasa itu sendiri, tanpa berani mengungkapkannya kepada siapapun ,bahkan kepada  dia sekalipun. Menyimpan semua rasa dan menikmati nya sendiri .Kenapa kamu harus  menyimpan semua rasa itu sendiri? Berbagilah dengan dia, setidaknya itu bisa  membuatmu lega. Hati kecilku berbisik dan bertanya kepadaku. Hummmm berbagi dan  mengungkapkannya? Bukan aku tidak mau, tetapi hal itu pernah kulakukan dan hanya  sia – sia. Dia tidak pernah mau mengerti akan semua rasa itu. Lebih baik aku  pendam daripada aku membiarkan diriku terluka lagi. Aku pendam dan aku biarkan  semua rasa itu menguap dengan sendirinya seperti parfum yang akan lenyap tertiup  angin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Benarkah kamu ingin agar semua  rasa itu menguap? Lagi – lagi hati kecilku menyelidik. Ya, karena ga ada gunanya  juga aku pertahankan semua rasa itu. Karena rasa cintaku tidak dapat membawa dia  ke keadaan yang lebih baik, dan kehadiranku tidak berarti buatnya. Jadi, buat  apa aku tetap simpan semua itu kalau aku tidak berguna baginya? Kalau semua  usaha dan kata – kata ku tidak pernah dia hargai. Dan akhirnya hanya menorehkan  luka ,luka dan luka. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi kalau kamu memendamnya,  itu tidak akan merubah keadaan, dia tidak akan pernah tau tentang hal ini. Hati  kecilku mencoba menasihatiku. Apakah masih ada gunanya dia mengetahuinya?  Biarlah dia tetap menjadi dirinya dan bahagia dengan keadaannya sekarang tanpa  perlu peduli padaku. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Rintik hujan sudah mulai sirna,  kuusap air mata yang masih tersisa di pipi. Kutegakkan kepala dan mencoba untuk  tersenyum…masih adakah rasa cinta itu? Entahlah…biarlah waktu yang  menjawabnya…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;temanggung, 18 Juni 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-5096293060516551768?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/5096293060516551768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=5096293060516551768&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/5096293060516551768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/5096293060516551768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/monolog.html' title='Monolog'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-7370549982018363237</id><published>2010-07-14T21:28:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T21:29:52.693-07:00</updated><title type='text'>Harapan itu Pasti Ada</title><content type='html'>&lt;div class="gmail_quote"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Inikah hasil dari perjuangan kita?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Membuat sesuatu yang mahal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Berubah menjadi seonggok sampah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Yang hanya dilihat sebelah mata &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Inikah akhir dari harapan kita?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Terlihat kelam di setiap bagian&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Terasa berat dalam setiap helaan nafas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Terasa perih dalam setiap detak jantung&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mengapa tidak mencoba untuk bangkit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Saat kaki terbenam dalam lumpur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mengapa tidak mencoba untuk melihat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ketika kabut menghalangi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Saat udara masih dapat kita hirup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mari kita belajar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Saat matahari masih menyinari bumi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Harapan itu pasti ada&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Temanggung, 5 Juli 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-7370549982018363237?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/7370549982018363237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=7370549982018363237&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7370549982018363237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7370549982018363237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/harapan-itu-pasti-ada.html' title='Harapan itu Pasti Ada'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-5830068014325975118</id><published>2010-07-14T21:23:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T21:26:52.253-07:00</updated><title type='text'>Persimpangan</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Inikah akhir  dari rasa yang pernah kau tawarkan ? Kau mungkin tak pernah tau , apalagi peduli  terhadap semua rasa dan jalan yang harus aku lalui. Jalan itu tak mudah bagiku,  walaupun mungkin jalan itu terlihat mudah di matamu. Tetapi aku mencoba untuk  tetap bertahan walaupun dengan jatuh bangun untuk mengolahnya. Terpuruk, sudah  pasti hal itu menjadi bagian dari serangkaian perjalananku dengan semua rasa  itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kau tawarkan  sebuah rasa yang menyenangkan saat aku belum memikirkannya. Kau berikan rasa  yang meyakitkan ketika aku mulai bisa membuka hatiku. Kau jauhi aku ketika aku  mulai mencari dan membutuhkan lenganmu untuk menopangku ketika ku jatuh.  Kejatuhan demi kejatuhan kau berikan kepadaku, tetapi aku masih berusaha untuk  tetap mencintai dan membuka hati ku. Dan berharap jika rasa yang pernah kau  tawarkan, benar – benar keluar dari hati kecilmu dan bukan hanya sebagai pemanis  bibir. Tak putus asa aku mencari lengan kokoh mu dalam perjalananku melewati  jalan yang berlubang, tetapi engkau seperti tertelan bumi, lenyap dan semakin  lenyap. Aku mencoba untuk berteriak memanggil namamu, tetapi hanya gema yang  memantul kembali. Hingga akhirnya aku kehabisan suara untuk berteriak lagi, dan  kehabisan tenaga untuk mencari lenganmu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perlahan  kesadaran baru memasuki otakku, aku harus bisa bangkit sendiri tanpa lengan  kokoh mu yang menopang ku. Berjalan sendiri, menyusuri jalan yang berliku dan  berlubang seorang diri. Dengan tertatih dan dengan segenap tenaga yang masih  ada, hingga kini langkah ku berhenti di  persimpangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Persimpangan  untuk terus maju dengan rasa hambar yang kini aku miliki dan meninggalkanmu,  ataukah harus berbalik untuk membuka hati dan membiarkan kau melukai ku  lagi?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Temanggung, 25 Juni  2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;span style="color: blue; "&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-5830068014325975118?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/5830068014325975118/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=5830068014325975118&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/5830068014325975118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/5830068014325975118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/persimpangan.html' title='Persimpangan'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-8433913172878660464</id><published>2010-07-14T21:20:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T21:22:30.741-07:00</updated><title type='text'>Apatiskah Kita ?</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Belakangan  sering kali terdengar kata ‘apatis’.Sebenarnya apa sih apatis itu ? Apatis yang  dalam bahasa Inggris nya Apathy, berasal dari kata yunani &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;a-pathos&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; yang artinya tanpa perasaan.  Orang yang apatis adalah orang  yang cuek , tidak peduli dengan urusan orang  lain, tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Orang menjadi  bersikap apatis jika dia seringkali terpuruk pada suatu keadaan dan tidak  melihat akan adanya perubahan yang nyata. “Ah, paling hasil nya juga gitu – gitu  aja, sama seperti yang sudah – sudah. Ga perlu rajin - rajin lah, ga ada gunanya  juga “ , biasanya akan terucap kalimat seperti itu. Apalagi jika ke apatisan itu  kemudian ditambah dengan sikap tidak menyenangkan dari teman, keluarga atau  atasan yang berhubungan dengan keadaan itu. Maka sudah dapat dibayangkan apa  yang akan terjadi pada orang tersebut…jatuh, jatuh dan jatuh semakin  dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Hal tersebut  tidak berbeda jauh dengan keadaan orang yang sering terluka, sering disakiti. Lama  kelamaan akan menjadi apatis juga. Ketika dia mengharapkan perubahan dari  keadaan yang ada tetapi hal itu tak kunjung tiba, yang ada keadaan hati orang  tersebut menjadi semakin terpuruk sehingga dia enggan untuk menerima rasa kasih  lagi. Rasa kasih sebagai lawan dari kata peduli. Dimana ada kasih, disitu pasti  ada rasa peduli. Orang yang sudah tidak peduli lagi terhadap keadaan seseorang  atau lingkungan sekitarnya, berarti orang tersebut sudah enggan untuk menerima  dan berbagi kasih dengan orang atau keadaan  tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Sikap apatis,  putus asa adalah merupakan hal yang wajar dan normal dalam kehidupan manusia.  Tetapi memelihara rasa itu terus menerus adalah sebuah kesalahan besar, karena  hal itu akan menghambat kita untuk maju.  Terus terpuruk pada ke pesimisan tidak  akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk diri kita. Cobalah untuk bersikap  optimis dan yakin bahwa keadaan akan berubah ke arah yang lebih baik Mengurangi  bahasan – bahasan yang sekiranya hanya akan membuat kita semakin terpuruk,  menghilangkan pikiran – pikiran negative tentang keadaan yang akan terjadi,  karena kita sendiri tidak tahu pasti apa yang akan terjadi nanti. Jika kita  terus berpikiran negative tentang sesuatu, maka itulah yang akan terjadi. Karena  pikiran akan berpola pada sikap kita juga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;So, pilihan  ada pada diri kita sendiri. Apakah akan terus memelihara sikap apatis atau kita  akan mencoba bangkit dengan secuil harapan bahwa keadaan akan berubah ke arah  yang baik ? Monggo…………&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Temanggung, 18 Juni  2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;span style=" ;color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-8433913172878660464?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/8433913172878660464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=8433913172878660464&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/8433913172878660464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/8433913172878660464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/belakangan-sering-kali-terdengar-kata.html' title='Apatiskah Kita ?'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-7582203876808778860</id><published>2010-07-14T21:15:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T21:16:24.013-07:00</updated><title type='text'>Menghadapi Perubahan, Siapa takut...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mendapat  sebuah kesempatan dengan tawaran yang menggiurkan, siapa sih yang mau menolak ?  Ups…tapi jangan keburu menjawab dulu deh. Kalau teori nya sih siapapun pasti  akan langsung menjawab ‘mau…mau….’. Tetapi ketika hal itu benar – benar terjadi  pada diri kita, akan muncul kebimbangan  - kebimbangan untuk menjawabnya. Yang  tadinya dengan spontan menjawab ‘YA’ , lambat laut akan berubah seiring dengan  rasa cemas dan takut yang mulai bermain – main dalam pikiran  kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt;Mengambil  sebuah keputusan yang berhubungan dengan perubahan hidup, ternyata tidak mudah.  Kebimbangan akan muncul ketika kita dihadapkan pada pilihan apakah aku akan  mengambil kesempatan yang ditawarkan itu apapun resikonya atau aku akan tetap  berada dengan kondisi dan kenyamananku saat ini,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt;Rasa takut,  rasa cemas, rasa khawatir tentang apa yang akan terjadi jika kita keluar dari  zona kenyamanan kita saat ini, akan menjadi factor yang menghambat kita untuk  melangkah maju dan akhirnya akan membuat kita tetap berada dalam kondisi saat  ini tanpa melakukan perubahan. Memilih untuk tidak melakukan perubahan, sama  artinya dengan  menghentikan langkah kita untuk bertumbuh dan mematikan  kesempatan untuk lebih mengaktualkan diri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dengan memilih  untuk berubah, berarti kita membuka diri kita dan menyiapkan diri kita untuk  menghadapi semua resiko yang akan terjadi di depan. Kemungkinan – kemungkinan  positif dan negative yang akan terjadi. Tetapi harus diingat juga bahwa kita  hanya memiliki detik ini, satu detik ke depan adalah milik Tuhan karena kita  juga tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita nanti. Jadi,serahkanlah semua  rasa khawatir dan takut pada Nya, biar lah dia yang merenda hidup  kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; "&gt;Pilihan ada  pada kita, apakah kita akan terus menjadi katak dalam tempurung ataukah kita  akan mencoba untuk keluar dari tempurung yang membuat kita nyaman  ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Temanggung, 10  Juni 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Notes  :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Bukan  pertumbuhan yang lambat yang harus kita takuti, tetapi kita harus lebih takut  untuk tidak tumbuh sama sekali. Janganlah khawatir akan perubahan yang akan  terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-7582203876808778860?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/7582203876808778860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=7582203876808778860&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7582203876808778860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7582203876808778860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/menghadapi-perubahan-siapa-takut.html' title='Menghadapi Perubahan, Siapa takut...'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-3417025488000058849</id><published>2010-07-14T21:13:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T21:14:14.424-07:00</updated><title type='text'>Roda Kehidupan</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: verdana; font-size: small; line-height: 18px; "&gt;Roda kehidupan terus berputar, ada  saatnya  berada di atas, ada saatnya berada di bawah. Perjalanan dari posisi  bawah menuju ke atas tidaklah mudah, ada banyak halangan dan rintangan yang  menyertainya. Memerlukan perjuangan yang gigih untuk mencapai posisi itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan setelah kita sampai pada posisi  atas itu, masih ada perjuangan yang lain lagi yaitu perjuangan untuk  mempertahankannya. Boleh dibilang perjuangan mempertahankannya yang paling  sulit. Karena kita  keliru langkah atau lengah sedikit saja, dapat menyebabkan  kita tergelincir dan jatuh ke bawah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Intinya, saat kita berada di atas  hendaklah kita jangan takabur, kalau orang jawa bilang ‘&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ojo dumeh’ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;dengan posisi yang kita dapat  sekarang. Karena semua itu dapat berbalik dengan mudah, semudah kita membalikkan  telapak tangan.  Ingatlah saat kita bersusah payah menghadapi semua rintangan  dan halangan untuk mendapatkannya , sikut &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;sana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; sikut sini, jatuh bangun, bersimbah peluh  , menguras banyak energy dan tidak didapat dalam  waktu yang singkat juga.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan sekarang setelah kita berada di  atas, apakah kita akan melepasnya begitu saja dengan bermalas – malasan, dengan  melakukan korupsi baik itu korupsi waktu, korupsi uang atau yang lainnya? Atau  kah kita tetap akan berusaha mempertahankannya dengan mengukir sebuah prestasi   gemilang yang berlandaskan kejujuran?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Temanggung, 06 Juni  2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;00: 15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-style: italic; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Notes : Setiap  orang pernah melakukan kesalahan, tetapi alangkah baiknya jika kita tidak jatuh  lagi ke lubang yang sama. Saat kita pernah di atas dan jatuh, hendaknya kita  dapat lebih hati – hati lagi jika kita mendapatkan kesempatan lagi untuk berada  di atas. Karena kesempatan tidak selalu datang lebih dari  1x.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-3417025488000058849?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/3417025488000058849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=3417025488000058849&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3417025488000058849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/3417025488000058849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/roda-kehidupan.html' title='Roda Kehidupan'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-1273402415711743089</id><published>2010-07-14T21:10:00.001-07:00</published><updated>2010-07-15T23:38:49.801-07:00</updated><title type='text'>Kepergianmu</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kepergianmu….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Meninggalkan  berjuta tanya di hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Menorehkan  segudang kepedihan yang mendalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Menyisakan  sejumput asa yang sempat tercetus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kepergianmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Menyadarkan  kami akan makna hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mengingatkan  kami akan pentingnya ‘kehadiran’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Memberikan  warna sendiri buat kami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Seperti roda  kehidupan yg selalu berputar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; siang, ada  malam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; suka, ada  duka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; awal, ada  akhir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; pertemuan,  ada perpisahan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Selamat Jalan,  Sahabat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Doa kami  menyertaimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Mengenang tragedi 18 Maret 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-1273402415711743089?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/1273402415711743089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=1273402415711743089&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/1273402415711743089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/1273402415711743089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/kepergianmu.html' title='Kepergianmu'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-6427927025607415962</id><published>2010-07-14T21:05:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T21:07:42.047-07:00</updated><title type='text'>Siapa yang Salah</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku meminta  Tuhan untuk melindungiku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi dengan  seenaknya aku ngebut di jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku meminta  Tuhan untuk memberiku rejeki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi aku  memakai uangku untuk berfoya - foya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku meminta  Tuhan untuk memberiku kebahagiaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi aku  melihat segala sesuatu dari sisi negative&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku meminta  Tuhan untuk memberiku kesehatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;gaya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; hidup sehat  jauh dari kebiasaanku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku meminta  Tuhan untuk karier yang bagus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi jam  kerja aku gunakan untuk fb dan chatting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku meminta  Tuhan untuk memberiku kekuatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi tak  pernah sedetikpun aku berhenti mengeluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku meminta  Tuhan untuk menyelesaikan masalahku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi aku  selalu mencari kehendakku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku meminta  Tuhan untuk diberi kesabaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi aku tak  pernah mau bangkit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kalau sudah  begini, aku atau Tuhan yang salah ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tmg, 26 April  2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-6427927025607415962?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/6427927025607415962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=6427927025607415962&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/6427927025607415962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/6427927025607415962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/siapa-yang-salah.html' title='Siapa yang Salah'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-8485625807636043537</id><published>2010-07-14T21:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T21:05:21.766-07:00</updated><title type='text'>Apa Adanya Aku</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Berjalan tanpa arah&lt;br /&gt;Berkata tanpa makna&lt;br /&gt;Berbuat tanpa batas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuang&lt;br /&gt;Disingkirkan&lt;br /&gt;Dijauhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersimbah peluh&lt;br /&gt;Penuh debu&lt;br /&gt;Rambut gimbal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah aku&lt;br /&gt;Terbungkus dalam baju compang camping&lt;br /&gt;Aku adalah seperti yang orang lihat&lt;br /&gt;Tidak menyembunyikan kebusukanku&lt;br /&gt;Dalam baju mahal dan mobil mewah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah aku&lt;br /&gt;Orang menjauhi ku karena rupaku&lt;br /&gt;Tetapi aku masih punya nurani&lt;br /&gt;Aku tidak berbuat jahat terhadap mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah aku&lt;br /&gt;Yang menikmati hidupku sendiri&lt;br /&gt;Merasakan asin manis hidup sendiri&lt;br /&gt;Hanya aku dan Dia dalam hariku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tmg, 28 April 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dibuat dalam rangka hari puisi tanggal 28 April&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-8485625807636043537?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/8485625807636043537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=8485625807636043537&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/8485625807636043537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/8485625807636043537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/apa-adanya-aku.html' title='Apa Adanya Aku'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-8224453956611944656</id><published>2010-07-14T20:36:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T20:43:17.495-07:00</updated><title type='text'>Refleksi Pribadi - Ketenangan Jiwa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup kadang terasa sangat menakutkan, tetapi jika kita sudah menjalaninya dengan apa adanya, maka tidak akan terasa lagi apakah hari ini kita berada pada masa buruk atau tidak. Menjaga supaya emosi tetap terkontrol, menjaga sikap dan kata – kata adalah hal penting yang harus dilakukan supaya kita tidak berada pada masa buruk yang berkepanjangan. Sikap positif, mencoba untuk memaklumi semua hal dan mencoba untuk melihat masalah dari sisi yang lain sangat penting untuk menggapai ketenangan diri kita sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Terus – menerus berpikiran negative tentang orang lain, berpikir menurut emosi dan melihat segala sesuatunya dari sisi negative, hanya akan membuat hati dan jiwa kita semakin terpuruk, semakin terasa menyakitkan dan menambah beban jiwa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika kita berada di tempat dan situasi yang tidak kita sukai, sedapat mungkin kita mencoba untuk dapat menerima hal itu tanpa kita sendiri terjun ke dalam situasi tersebut. Lihatlah hal yang tidak kita sukai tadi dari sisi pandang yang berbeda, demi sebuah kerukunan dan kenyamanan meski kita sendiri tidak akan menerjunkan diri ke hal negative yang sudah kita suling menjadi positif tadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Sebagai contoh jika ada seseorang yang berkata kepada kita “ Kamu itu memang nyebelin kok !”, jika kita merespon kalimat dan pernyataan itu dengan emosi dan pikiran negative, bisa saja yang ada dalam pikiran kita adalah ‘Memangnya kamu siapa kok berani – beraninya ngomong begitu ? Apa salah aku sama kamu kok kamu bilang begitu ?” Dan dapat ditebak apa yang akan terjadi selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tetapi jika kalimat dan pernyataan itu kita lihat dari sisi yang lain tanpa emosi, maka yang ada di benak kita hanyalah “oo kamu itu memang suka bercanda “ dan kita dapat menimpali kembali pernyataan itu dengan canda sehingga akhirnya kalimat yang tadinya bernilai negative , dapat berubah menjadi bernilai positive.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Masalah – masalah yang sering kita dapat sebenarnya merupakan masa pembelajaran kita untuk bisa lebih dewasa. Kita diberi masalah dan sebenarnya kita juga diberi kesempatan untuk mengembangkan diri, belajar lebih tenang dan dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Misalnya setiap hari kita kehujanan, lama – lama kita akan mencari cara bagaimana supaya kita tidak kehujanan. Saat itu kita hanya memiliki sebuah payung yang sobek dan kita tidak memiliki uang untuk membelinya. Sementara semua teman memiliki payung yang bagus. Jika kita mengijinkan emosi melingkupi diri kita maka kita hanya akan berpikir “Huh kok aku hanya punya payung satu, sudah sobek pula. Malu – malu in aja”. Yang akan terjadi kemudian adalah kita akan mendapati bahwa jiwa kita merana. Tetapi jika kita memandang masalah itu dengan tenang dan dewasa maka kita akan berkata kepada diri kita “ Gak apalah payungku sobek, yang penting aku tidak kehujanan “ dan jiwa kita akan tetap tenang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketenangan , kedamaian dan kebahagiaan itu datang dari diri kita sendiri dan hanya kita yang dapat mewujudkan, bukan tergantung kepada orang lain. Seburuk apapun sikap orang lain kepada kita, hal itu tidak akan berpengaruh jika kita sudah menemukan dari sisi mana kita akan melihatnya dan kemana kita akan melangkah. Jangan memancing emosi kita sendiri atau hal – hal lain yang akan membuat kita jatuh dan sedih karena hal itu hanya akan membuat kita terpuruk.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Demikian juga sebaliknya , kita tidak dapat mengontrol hidup orang lain bahkan anak dan suami/istri kita sekalipun. Hidup kita adalah mutlak milik kita, kita sendiri yang dapat menentukan akan dibawa kemana hidup kita. Membuat orang lain bahagia adalah hal yang abstrak, yang dapat kita lakukan hanyalah apakah dia bahagia dengan tindakanku , dengan keberadaanku. Kadang apa yang kita pikir apa yang kita lakukan dapat membuat orang lain bahagia , malah membuat orang itu tidak nyaman. Misalnya ketika kita memberi perhatian kepada orang yang kita sayang dengan pertanyaan – pertanyaan “ Kamu sudah makan ? Bagaimana keadaan kamu hari ini ? Kerja yang baik ya ..” . Buat kita, pertanyaan – pertanyaan yang kita ajukan adalah sebagai ungkapan perhatian kita, tetapi bisa saja orang tersebut menganggap pertanyaan – pertanyaan itu sebagai sebuah kebawelan “Sudah tahu aku masuk kerja kok masih ditanyakan bagaimana keadaan ku hari ini “. Ujung – ujungnya orang tersebut tidak mau menjawab pertanyaan kita dan kita merasa dicuekin. Kadang kita terlalu suka mengikuti apa yang kita pikirkan dan menganggap bahwa apa yang kita pikirkan itu adalah hal benar, sehingga akhirnya kita menjadi ‘sotoy dan asbun’. Dan akhirnya dari sikap sotoy dan asbun kita, dapat membuat orang lain terluka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup adalah belajar, dan Kita dapat belajar dari masa lalu. Dengan belajar dari masa lalu , kita akan dapat memahami dan mengerti akan kesalahan sendiri. Selama kita belum mau mengerti akan kesalahan kita dan tidak merasa bahwa kita salah, kita tidak akan pernah bisa memahami dan membahagiakan siapapun. Dengan mengerti dan memahami akan kesalahan kita, kita dapat selangkah lebih maju untuk membuat hidup kita dan orang lain menjadi bahagia. Lupakanlah masa lalu yang buruk dan terimalah dengan baik dan ikhlas. Memikirkan masa lalu yang buruk hanya akan menyakitkan dan menimbulkan dendam dan luka. Jadikanlah masa lalu yang buruk sebagai batu loncatan untuk proses pembelajaran diri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Segala sesuatu akan indah pada waktunya ketika kita mau menyerahkan diri seutuhnya pada kehendakNya. Tidak memaksakan kehendak, tidak memaksakan diri untuk melakukan sesuatu di luar batas kemampuan kita saat ini. Tetapi mencoba bersabar dan menunggu hingga saat yang kita inginkan tiba ,akan jauh membawa hasil yang lebih baik dan membuat hidup kita tenang.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Temanggung, 16 Maret 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Refleksi pribadi setelah mengalami masa – masa buruk selama hampir tiga bulan yang membuat jiwa kering dan kehabisan ide untuk menulis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-8224453956611944656?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/8224453956611944656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=8224453956611944656&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/8224453956611944656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/8224453956611944656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/07/refleksi-pribadi-ketenangan-jiwa.html' title='Refleksi Pribadi - Ketenangan Jiwa'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-7857999976467964718</id><published>2010-02-23T16:33:00.000-08:00</published><updated>2010-07-14T20:41:57.192-07:00</updated><title type='text'>Memahami Luka Batin</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom:15.0pt;text-align:justify;line-height:13.5pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:9.0pt;color:#333333;"&gt;Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya sakit hati, baik itu sakit hati kepada teman, orang tua, saudara, atasan ataupun kekasih. Sakit hati yang terus menerus kalau dipupuk akan menjadi luka batin yang dalam. Luka batin muncul karena ada perasaan diperlakukan  tidak adil,  tidak diperhatikan, tidak dikasihi. Luka batin membuat orang merasa tidak nyaman karena pikiran dan hati dipenuhi oleh perasaan benci, dendam dan pelecehan.  Sakit hati sering membuat orang menjadi down, dan membuat emosi tidak stabil serta kehilangan percaya diri. Luka batin akibat perlakuan orang terdekat sering lebih menghancurkan , apalagi jika luka itu terjadi berulang kali. Luka batin yang tidak dikelola dengan baik, sebenarnya akan merugikan diri kita sendiri. Membuat jiwa kita tidak tenang dan menguras sebagian besar memory dan waktu kita. Seringkali akal sehat kita kalah oleh emosi kita. Maraknya pembunuhan dengan motif dendam adalah salah satu contoh dimana akal sehat / logika dikalahkan oleh emosi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="more-65164"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom:15.0pt;text-align:justify;line-height:13.5pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:9.0pt;color:#333333;"&gt;Lalu apakah kita akan terus terkurung dalam luka batin kita dan akan membiarkan hidup kita diracuni oleh dendam yang tidak ada habisnya? Sakit hati dan luka batin bukan untuk dilupakan, karena semakin kita berusaha melupakannya maka akan semakit sulit juga buat kita untuk melupakannya. Yang ada kita akan semakin sakit dan terpuruk. Mungkin untuk sejenak luka batin itu bisa dilupakan, tapi itu hanya untuk sementara. Luka itu akan menguak lagi ketika suatu saat kita mengingatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom:15.0pt;text-align:justify;line-height:13.5pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:9.0pt;color:#333333;"&gt;Saya sendiri pernah mengalami luka yang ditimbulkan oleh seseorang yang berarti buat saya. Perasaan marah, benci , muak membuat saya kehilangan kendali untuk mengontrol emosi dan ucapan saya. Hari – hari yang sungguh sangat menyiksa ketika saya membiarkan diri saya hanyut dalam amarah dan kebencian. Mau makan gak enak, mau kerja dipaksa konsen, mau tidur juga gak bisa nyenyak. Banyak cara yang dilakukan untuk sekedar mencari – cari kesalahan dia. Akhirnya saya merasa lelah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom:15.0pt;text-align:justify;line-height:13.5pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:9.0pt;color:#333333;"&gt;Saya ambil waktu untuk menyendiri dan menenangkan diri. Dengan menyerahkan diri seutuhnya pada kerahimanNya, Saya coba telaah lagi peristiwa – peristiwa yang terjadi yang membuat dia menyakiti saya. Dari situ saya belajar bagaimana saya harus bisa memahami luka itu sendiri. Mencoba menerima luka itu sebagai bagian dari proses pendewasaan pribadi dan menjadikan luka itu sebagai bagian dari sebuah relasi yang harus dijalani, dapat membuat relasi itu menjadi semakin kuat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom:15.0pt;text-align:justify;line-height:13.5pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:9.0pt;color:#333333;"&gt;Setelah saya mencoba menerima luka itu, langkah selanjutnya adalah memaafkan dia. Dengan berpedoman pada kata – kata tidak ada manusia yang sempurna, saya mencoba untuk memahami  sikapnya sebagai sesuatu yang wajar. Bukan tidak mungkin juga saya telah melakukan hal yang sama terhadapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom:15.0pt;text-align:justify;line-height:13.5pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:9.0pt;color:#333333;"&gt;Setelah dapat memaafkan dan menerima luka itu dengan iklas, saya menghubungi dia dan meminta maaf karena pernah menyimpan rasa marah dan dendam ke dia. Saya ungkapkan juga bagaimana kata – kata dan sikap dia pernah membuat saya sakit hati. Hanya sekedar mengungkapkan dan tidak mengharapkan balasan kata – kata maaf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom:15.0pt;text-align:justify;line-height:13.5pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:9.0pt;color:#333333;"&gt;&lt;b&gt;Kunci utama untuk menyembuhkan luka batin adalah kasih&lt;/b&gt;. Dengan kasih kita dapat mencoba memahami orang lain, memaafkan orang lain dan tidak menyimpan dendam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom:15.0pt;text-align:justify;line-height:13.5pt"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:9.0pt;color:#333333;"&gt;&lt;i&gt;Jadi mana yang kita pilih, apakah kita akan membiarkan diri kita terbelenggu dalam luka batin yang menyiksa, atau kita akan bangkit untuk menyembuhkan luka batin itu dan mendapati kebijaksanaan – kebijaksaan baru dalam hidup kita?&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-7857999976467964718?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/7857999976467964718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=7857999976467964718&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7857999976467964718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7857999976467964718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/02/memahami-luka-batin.html' title='Memahami Luka Batin'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-7282167908082657433</id><published>2010-02-10T23:27:00.001-08:00</published><updated>2010-07-14T20:44:14.922-07:00</updated><title type='text'>C I N T A</title><content type='html'>&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Cinta itu ga  bisa berjalan bersama dengan logika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kedua hal itu  sangat bertolak belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika dua hal  itu berjalan bersama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Maka akan  muncul pertanyaan what dan why&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Cinta itu  harus datang dari hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika kita  menulikan diri terhadap hati kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Maka akan  muncul rasa puas dan tidak puas yang menyertainya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Cinta itu  harus dijalani dengan iklas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika  ketidakiklasan ada disitu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Maka akan  muncul untung rugi yang jadi tolak ukur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Cinta itu  tanpa syarat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika ada  syarat – syarat yang ditetapkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Maka itu  bukanlah cinta melainkan kepuasan hati untuk bersikap bossy terhadap pasangan  kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;30 January 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-7282167908082657433?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/7282167908082657433/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=7282167908082657433&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7282167908082657433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/7282167908082657433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/02/c-i-n-t.html' title='C I N T A'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-1960726053341538086</id><published>2010-02-10T23:22:00.000-08:00</published><updated>2010-07-14T20:51:00.691-07:00</updated><title type='text'>Arti Dirimu</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hadirmu bagaikan pelita di malam hari&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yang menerangi jiwaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Membuai ku dalam mimpi Indah dan tidur panjangku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perkataanmu seperti udara yang aku hirup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yang membuatku tetap hidup&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Memberi semangat dalam langkahku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kesabaranmu bagaikan embun yang menyejukkan jiwa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yang dapat menenangkan emosiku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan meredakan kegundahanku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kediamanmu seperti aliran darah dalam tubuhku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Yang mampu membuat aku untuk berpikir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Dan memahami misteri Nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;11 Feb 2010&lt;br /&gt;&lt;i&gt;(dedicated for some one who care about me)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-1960726053341538086?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/1960726053341538086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=1960726053341538086&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/1960726053341538086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/1960726053341538086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/02/arti-dirimu.html' title='Arti Dirimu'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-2012238791345513816</id><published>2010-02-10T23:21:00.000-08:00</published><updated>2010-07-14T20:51:47.314-07:00</updated><title type='text'>Hidup adalah Pilihan</title><content type='html'>&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:"Trebuchet MS";  panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";} a:link, span.MsoHyperlink  {color:blue;  text-decoration:underline;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed  {color:purple;  text-decoration:underline;} span.EmailStyle17  {mso-style-type:personal-compose;  font-family:"Trebuchet MS";  color:blue;  font-weight:normal;  font-style:normal;  text-decoration:none none;} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0);" class="Section1"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup adalah  pilihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pilih senang  atau susah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup adalah  pilihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pilih bahagia  atau menderita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup adalah  pilihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pilih  mencintai atau membenci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup adalah  pilihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pilih  mengiklaskan atau mendendam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup adalah  pilihan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pilih  bersyukur atau mengeluh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup adalah  pilihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pilih menerima  atau menggerutu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup adalah  pilihan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Pilih positive  thinking atau negative thinking&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Hidup hanya  sekali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Mana yang kamu  pilih?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Temanggung ,  04 February 2010&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-2012238791345513816?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/2012238791345513816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=2012238791345513816&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/2012238791345513816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/2012238791345513816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/02/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup adalah Pilihan'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-4284025390738673518</id><published>2010-02-10T23:15:00.000-08:00</published><updated>2010-07-14T20:59:58.502-07:00</updated><title type='text'>Ternyata Cowok Itu ...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Hari itu  seperti biasa, aku mendapat email dari Fery, seorang teman yang aku kenal lewat  sebuah milis. Berawal dari perkenalan singkat, kemudian relasi kami menjadi  dekat. Fery adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta yang cukup  terkenal di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; dengan karier yang  menjanjikan. Satu hal yang aku kagumi dari dia adalah relasi dia yang sangat  dekat dengan Sang Pencipta dan bagaimana dia selalu berusaha meluangkan waktu  untuk sekedar bercakap – cakap denganNya di tengah kesibukannya berkarier.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dari semua  yang fery miliki, sudah sangat mendekati dengan sosok pendamping yang selama ini  aku idam – idamkan. Kepribadian , kemapanan dan kedekatan dia dengan Tuhan jadi  alasan yang kuat mengapa aku membiarkan dia masuk ke hati dan pikiranku dan  menyeretku ke dalam mimpi – mimpi Indah bersama nya. Anganku semakin melambung  ketika siang itu aku menerima email dari Fery.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Aku  merasa beruntung karena Tuhan sudah mempertemukan kita. Kamu orang yang baik dan  selalu ceria. Aku banyak belajar dari kamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Hingga  saat ini aku belum married, Sar. Tuhan belum mempertemukan aku dengan orang yang  tepat walopun usia aku sudah mendekati kepala 4. Tapi aku percaya, Tuhan akan  kasih seseorang yang baik buatku suatu hari nanti.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Ternyata dia  masih jomblo, sama dong dengan aku. Mungkin ini memang jodohku ya. Semakin hari  aku semakin resah. Sebagai perempuan yang menganut tradisi timur, pantang buatku  untuk mengungkapkan perasaan ku dulu. Ga ah, nanti dibilang cewek gampangan,  cewek murahan. No way….Setiap hari aku hanya menantikan email dari fery, aku  gelisah. Makan ga enak, tidur ga nyenyak, kerja ga semangat….Cinta oh  cinta…apakah ini yang namanya cinta? Ajaib sekali ya karena aku yang biasanya  ceria, semangat…tiba – tiba aku merasa down, murung, suka nangis  sendiri…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dengan status  jomblo di usiaku yang sudah kepala 3 ini, mau ga mau keinginan untuk memiliki  pendamping hidup menjadi prioritas utama dalam doa ku sehari  - hari. Dalam  keresahanku, aku bawa semua itu dalam doa. Berharap mendapat ketenangan dari  situ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Di tengah  keheningan malam, aku mengambil posisi doa dengan kitab suci dipangkuanku.  Perlahan – lahan aku pejamkan mataku, aku lepas semua bebanku dan aku kosongkan  pikiranku dari hal – hal kecil yang biasanya membuat aku kurang konsen dalam  berdoa. Aku tenangkan diriku dan membiarkan udara malam menerpaku. Bersabdalah  lewat kitab suci ini, Tuhan. Bantu aku untuk menghilangkan resahku.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Setelah merasa  tenang kemudian aku buka kitab suci yang sejak tadi tergeletak di pangkuanku. Ga  ada patokan ayat atau Injil mana yang harus aku baca, aku membiarkan tanganku  mencari sendiri ayat mana yang harus aku baca . Biarlah Tuhan yang berkarya  disini. Perlahan – lahan aku mulai membaca nya, dan aku terpaku pada sebuah ayat  yang isinya Kasihilah dia sebagai saudaramu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Benarkah ini  yang Engkau kehendaki Tuhan ? Mengapa Engkau hanya menghendaki kami sebagai  saudara? Bukankah Engkau tau kalau dia banyak membawa kebaikan buatku? Aku ga  mau Tuhan kalau hanya sebagai saudara, aku mengharapkan lebih dari  itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Aku merasakan  sakit yang sangat di hatiku, yang semula aku mengharapkan dukungan dari Tuhan,  berganti dengan rasa kecewa dan amarah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Berhari – hari  aku mutung, aku ga mau doa karena merasa Tuhan sudah ga memihakku. Aku tetap  jalani hariku seperti biasa , masih ber email ria dengan Fery, masih saling  share seputar kerjaan, seputar kehidupan. Tapi aku ga bisa pungkiri bahwa hatiku  masih menyimpan sejuta resah…Aku berharap fery segera mengungkapkan perasaannya  padaku, untuk membuktkan ke Tuhan kalau Tuhan itu salah, kalau aku bisa membuat  keinginan dan impianku menjadi nyata tanpa campur tanganNya. Aku akan buktikan,   Tuhan….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kenapa sih fer  kamu ga cepet – cepet ngomong perasaanmu. Aku tau kamu juga merasa cocok sama  aku, apakah begitu sulit untuk mengungkapkannya…Apa aku harus mengungkapkan dulu  perasaan aku ke dia ya? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; sekarang jaman emansipasi wanita, dan  sudah banyak juga cewek yang ngungkapin perasaannya ke cowok, dan itu sah – sah  saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dengan  membulatkan tekad dan mengumpulkan keberanian, aku mulai mengetik email dan  mengungkapkan perasaan ku di situ.Belum selesai aku menulis email, aku mendapat  sms dari Fery yang isinya aku barusan send email buat kamu, pls check it.  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Tumben banget  fery kasih tau kalo dia kirim email, ga seperti biasanya…..pasti ada sesuatu  yang luas biasa deh..jangan – jangan email itu berisi ungkapan rasa cinta  dia…dengan dag dig dug aku mulai chek email dan melupakan email yang sedang ak  tulis. Nah ini dia email dari Fery dengan subject  soulmate….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Dari subject  nya saja anganku sudah melayang tinggi….ooo akhirnya saat yang aku nantikan  selama ini tiba juga. Dengan ga sabar, aku mulai baca email itu perlahan – lahan  dengan sepenuh hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Sar,  saat ini aku sedang berbahagia sekali, Kamu tau kenapa? Karena saat ini aku  sedang menjalin relasi dengan seorang pria yang benar – benar baik. Dia seorang  yang taat juga dan sudah dewasa. Usia dia beberapa tahun di atasku. Dan sebentar  lagi kami akan menikah mengingat usia kami yang sudah lebih dari cukup. Mungkin  ini jawaban dari doa – doa ku selama ini, Tuhan sudah mengirim &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; orang yang tepat  untuk menjadi pendampingku. Kamu orang pertama yang tau tentang hal ini Sar,  besok aku akan mengenalkan dia ke keluargaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Gubrak….setengah  tidak percaya , aku ulang lagi membaca email itu. Apa?  Fery menjalin relasi  dengan seorang pria ? jadi……jadi fery itu seorang cewek…..??? lho cewek kok  namanya fery……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Tiba – tiba  aku merasa malu, dengan muka merah dan sambil menahan senyum aku hanya bisa  berkata dalam hati….Ok, Tuhan kali ini Engkau menang. Aku tau saat ini Engkau  sedang tertawa terbahak – bahak melihat merahnya mukaku. Hehehe Pantas saja  Engkau menghendaki aku untuk mengasihi sebagai saudara…..ternyata oh  ternyata…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-right: 62.25pt; text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;border-top-style: none; border-right-style: none; border-bottom-style: dotted; border-left-style: none; padding-top: 0in; padding-right: 0in; padding-bottom: 1pt; padding-left: 0in; color: rgb(0, 0, 0); "&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p style="text-align: justify;color: rgb(0, 0, 0); " class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(0, 0, 0); " class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Kadang memang  jawaban Tuhan tidak seperti yang kita inginkan , bahkan jauh dari yang  diharapkan…Tetapi percayalah, bahwa jawaban dan rencana Nya adalah yang terbaik  buat kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;color: rgb(0, 0, 0); " class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;color: rgb(0, 0, 0); " class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:small;"&gt;Temanggung, 10  Desember 2009&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-4284025390738673518?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/4284025390738673518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=4284025390738673518&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/4284025390738673518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/4284025390738673518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/02/ternyata-cowok-itu.html' title='Ternyata Cowok Itu ...'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1897292044971755285.post-4348976070160595090</id><published>2010-02-10T23:07:00.000-08:00</published><updated>2010-07-14T21:02:30.561-07:00</updated><title type='text'>Ketika keinginanku bukan kehendakNya</title><content type='html'>&lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;ku terpana ketika aku melihat sosok yang aku  kenal tepat berada di hadapanku. Ingin rasa nya aku menyapa dia, tapi ada  kebimbangan yang membuat langkahku surut. Benarkah sosok itu adalah Tasia? Orang  yang selama ini aku cari dan selalu hadir dalam mimpiku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ups….tiba – tiba sosok mungil itu membalikkan  badannya dan aku merasa badanku melayang ketika aku melihat wajahnya….Benar, itu  adalah Tasia…aku pejamkan mataku dan kemudian aku buka….Ya ampun, itu benar –  benar Tasia…Tubuhku serasa kaku ketika dia menghampiri ku dan mengulurkan  tangannya…&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Michael, benarkah kamu Michael ? “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Iya benar, Tasia ….Sudah 5 tahun kita tidak  berjumpa ya…Kamu sudah jadi wanita dewasa sekarang..aku hampir tidak mengenalmu  tadi.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Perasaanku begitu kacau, jantungku berdetak  kencang…Ingatan masa lalu melintas kembali dalam benakku…Sudah lama aku memendam  rasa itu dan mencoba menghilangkannya..Berawal dari kedekatan kami di bangku  kuliah dulu, semula aku hanya ingin bersahabat dengan sosok mungil yang  sederhana dan selalu terlihat ceria itu. Sosok mungil yang tidak pernah sedih  dan bisa mengubah suasana menjadi menyenangkan. Tetapi semakin lama aku mengenal  dia, semakin besar pula rasa sayang ku ke Tasia. Aku menyadari bahwa perasaan  ini melebihi perasaan seorang sahabat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Banyak hal yang sudah kami lewati bersama.  Kenangan yang tak terlupakan adalah ketika kami naik gunung. Kami mulai naik  setelah teman – teman selesai sholat magrib. Dengan berbekal lampu senter, kami  mulai mendaki perlahan – lahan. Jalan setapak yang licin dan jurang di kanan  kiri mengharuskan kami untuk selalu waspada dan lebih berhati – hati. Ketika  kulihat Tasia sudah mulai kewalahan dengan pendakian ini, aku putuskan untuk  beristirahat sejenak di base camp yang ada di tengah perjalanan sebelum mencapai  ke puncak. Kami tiba di base camp sekitar pukul 11 malam. Tasia terlihat begitu  kelelahan walaupun dia mencoba menutupinya dengan senyum seperti biasa. Aku  hampiri dia ketika dia sedang duduk sendiri di samping base camp.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Minum jahe hangat dulu Tasia untuk menghilangkan  penatmu”, kataku sambil menyerahkan secangkir jahe hangat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Tenkyu Michael “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku sekilas melihat Tasia meringis kesakitan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Kamu baik – baik saja , tasia ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Ya, aku baik – baik saja, Michael. Mmm hanya  merasa pusing sedikit, but dont worry. Aku sudah biasa mengalami ini”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Lebih baik kamu tidur dulu Tasia, sampai rasa  pusing itu hilang supaya kita bisa mencapai puncak sebelum matahari terbit.  Sini, aku akan jaga kamu”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Kemudian Tasia meletakkan kepalanya di bahuku dan  tertidur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Tuhan, seandainya aku boleh meminta..Aku minta  waktu berhenti sampai disini , karena aku tidak ingin melepaskan pelukan  ini.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Jam 2 dini hari kami kembali melanjutkan  perjalanan ke puncak. Jalan yang terjal dan dinginnya malam tidak mengurangi  semangat kami. Kami ingin secepatnya sampai di puncak sebelum matahari  terbit.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tepat jam 5 pagi, kami tiba di puncak. Matahari  masih malu – malu untuk keluar dari peraduannya. Indahnya bisa melihat matahari  terbit di puncak bersama orang yang aku sayangi. Saat itu benar – benar tidak  bisa aku lupakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Ketika perasaan sayang itu semakin kuat, ada  suara teguran dalam hati ku….”Michael, bukankah kamu ingin hidup membiara ?  Bukankah kamu ingin menjadi pelayan Kristus ?” Bimbang, aku tidak tahu suara  hati mana yang harus aku ikuti…aku ingin melindungi Tasia, aku ingin mendampingi  Tasia…tapi aku juga ingin menjadi pelayanNya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Akhirnya aku putuskan untuk pergi ke Amerika,  meninggalkan bangku kuliahku , untuk mencari kehendakNya. Setelah 3 tahun di  Amerika, aku putuskan untuk kembali ke Indonesia dan mencari Tasia. 2 tahun  dalam perncarian, dan sekarang Tuhan mempertemukan aku kembali dengan Tasia.  “Tuhan, apa yang Engkau kehendaki dari pertemuan ini ? Apakah ini jawaban dari  doa – doa ku selama ini? “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Tepukan Tasia membuyarkan lamunanku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Kamu sedang apa disini Michael ?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“ Aku mengantar adikku yang akan kuliah ke  America. Kamu sendiri ngapain disini Tasia? Mengantar siapa?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Aku mengantar pamanku yang kemarin berlibur di  Indonesia”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Lagi – lagi jantungku berdegup kencang ketika aku  menatap wajah manis Tasia. Wajah itu tidak banyak perubahan walaupun sudah  bertahun – tahun tidak berjumpa. “Tuhan, aku ingin sekali memeluk dan  melindunginya”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Ma, ayo kita pulang Ma….Papa sudah menunggu di  mobil” suara anak kecil mengajakku kembali ke alam nyata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;“Yup, ayo kita pulang sayang…Michael, aku pulang  dulu yah…senang sekali bisa berjumpa lagi denganmu…”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p  style="text-align: justify; color: rgb(51, 0, 51); font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;Aku memandangi kepergian Tasia dengan pandangan  kosong….Terima kasih Tuhan , Engkau sudah menunjukkan jalan buatku, sekalipun  jalan itu membuatku kecewa. Tetapi aku yakin ini adalah yang terbaik dan aku  akan tetap simpan kamu di tempat istimewa dalam hatiku, Tasia..Karena kamu  adalah perempuan yang istimewa buatku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1897292044971755285-4348976070160595090?l=marthaliumei.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://marthaliumei.blogspot.com/feeds/4348976070160595090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1897292044971755285&amp;postID=4348976070160595090&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/4348976070160595090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1897292044971755285/posts/default/4348976070160595090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://marthaliumei.blogspot.com/2010/02/ketika-keinginanku-bukan-kehendaknya.html' title='Ketika keinginanku bukan kehendakNya'/><author><name>Martha Liumei</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00572079806787960498</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_y9qscXc0WWw/TD6Ri-DDjMI/AAAAAAAAAB8/6o-sIlAOs1I/S220/Foto0375.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
